top of page
  • Gambar penulisPhysio Medical Clinic

Apa itu Kaki Datar (Flat Feet)? Apakah Kaki Datar Tidak Normal?

Kaki datar (flat feet) adalah kondisi dimana lekukan atau lengkungan di bagian dalam telapak kaki rata, sehingga seluruh telapak kaki akan menyentuh lantai ketika kita berdiri. Ada 3 macam bentuk lengkungan telapak kaki, yaitu lengkungan normal (normal arch), lengkungan kaki tinggi (high arch atau pes cavus) dan lengkungan kaki datar (flat foot atau pes plannus). Kaki datar merupakan kondisi yang tidak normal. Bentuk lengkungan telapak kaki akan berpengaruh pada kestabilan posisi saat kita berdiri, terutama pergelangan kaki dan lutut.



Memiliki lengkungan telapak kaki yang tidak normal (lengkungan kaki datar maupun lengkungan kaki tinggi), akan membebani otot-otot di daerah lutut dan kaki, serta memaksa otot-otot dan struktur jaringan di sekitarnya bekerja lebih keras untuk mempertahankan posisi tubuh agar dapat berdiri stabil. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu timbulnya masalah di pergelangan kaki dan lutut, umumnya timbul keluhan nyeri. Kaki datar normal pada bayi dan balita, karena lengkungan kaki belum berkembang dan masih tertutup oleh jaringan lemak. Sejalan waktu lengkungan kaki akan mulai terbentuk, namun lengkungan kaki ini dapat tidak berkembang (terbentuk) setelahnya. Penyebab lain flat feet adalah cedera, obesitas atau adanya tekanan hebat yang menyebabkan robeknya jaringan sekitar lengkungan kaki. Hal ini umumnya terjadi setelah masa dewasa.


Pada beberapa orang, flat feet tidak memberikan dampak yang berarti. Namun pada sebagian orang, kondisi lengkungan kaki yang tidak normal ini dapat berkontribusi terhadap timbulnya masalah di pergelangan kaki, lutut dan dapat menyebabkan cedera. Biasanya penderita dan dokter pemeriksa tidak menyadari, bahwa rasa sakit dan nyeri yang terjadi di lutut dan pergelangan kaki dipicu oleh lengkungan kaki yang tidak normal. Sekali lagi, perlu diingat bahwa kebanyakan orang dengan flat feet tidak mengalami gejala. Namun, beberapa orang yang memiliki kondisi kaki tersebut mengalami nyeri kaki, terutama di area tumit atau lengkungan. Nyeri bisa memburuk saat beraktivitas. Pembengkakan juga bisa terjadi di sepanjang bagian dalam pergelangan kaki.


Bila tidak menimbulkan rasa sakit atau menyebabkan masalah, flat feet tidak perlu diobati. Namun, bila kondisi kaki tersebut menyakitkan, dokter bisa merekomendasikan perawatan non-bedah, seperti:


  • Mengonsumsi obat anti-inflamasi non steroid: beristirahat dan kompres es bisa meredakan peradangan dan rasa sakit pada kaki

  • Menggunakan joint support atau penyangga ortotik: Alat pendukung ini mampu membantu meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh flat feet. Terkadang penyangga lengkungan yang dirancang khusus sesuai kontur kaki direkomendasikan untuk mengatasi kaki rata. Penyangga tersebut tidak bisa menyembuhkan flat feet, tetapi sering kali mampu meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh kondisi kaki tersebut

  • Rutin melakukan peregangan atau stretching: Beberapa orang dengan kaki rata juga memiliki tendon Achilles yang memendek. Latihan untuk meregangkan tendon ini bisa membantu mengatasi kondisi tersebut

  • Fisioterapi: Flat feet bisa menyebabkan cedera berlebihan pada beberapa pelari. Seorang ahli terapi fisik bisa memberikan latihan untuk memperkuat otot dan tendon di kaki, serta bimbingan untuk meningkatkan gaya berjalan


Flat feet biasanya tidak bisa dicegah. Namun, menjaga berat badan yang sehat mungkin bisa mengurangi risiko terjadinya kondisi kaki tersebut, dan mengurangi rasa nyeri akibat kaki datar. 


Semoga artikel ini dapat membantu pemahaman Anda tentang flat feet. Apabila anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan hubungi kami agar kami dapat membantu anda mengatasi keluhan yang dialami.


Author: Kartika K. Soegengwibowo


Kartika Kanastari Soegengwibowo adalah fisioterapis olahraga lulusan Universitas Indonesia jurusan Fisioterapi yang melanjutkan pendidikannya di universitas swasta di Jakarta dengan jurusan yang sama, namun fokus pada penanganan cedera olahraga. Sejak duduk di bangku SMP sudah menyukai kegiatan menulis terutama menulis essay. Hingga saat ini selain bekerja sebagai seorang fisioterapis olahraga, kegemarannya dalam menulis tetap tersalurkan dengan banyak membuat tulisan dan artikel-artikel kesehatan.


Sumber foto:

0 komentar

Comments


bottom of page