top of page
  • Gambar penulisPhysio Medical Clinic

Tempurung Lutut Anda Nyeri? Kenali Gejala Sindrom Nyeri Patellofemoral

Patellofemoral pain syndrome adalah nyeri di sekitar tempurung lutut. Kondisi ini umumnya diderita oleh pelari akibat intensitas olahraga yang tinggi dan gerakan yang terlalu membebani lutut. Meski umumnya dialami oleh pelari, patellofemoral pain syndrome bisa terjadi pada siapa saja, terutama orang yang sering melakukan aktivitas fisik dengan gerakan berulang pada tungkai, seperti jongkok, memanjat, dan menuruni tangga. Patellofemoral pain syndrome atau runner’s knee merupakan salah satu penyebab nyeri lutut pada remaja dan dewasa usia di bawah 60 tahun. Patellofemoral pain syndrome adalah gangguan muskuloskeletal yang bisa menyerang siapa saja. Namun, biasanya terjadi pada atlet yang bermain olahraga macam sepakbola, basket, dan tenis. Nyeri patellofemoral biasanya menyebabkan sakit ringan namun terus-menerus pada lutut. Terutama, ketika terus meregangkan otot sehingga membuat lutut tertekan, naik turun tangga, berlari, posisi berdiri tertentu atau ketika duduk di dalam kendaraan.

patellofemoral pain syndrome

Lutut bisa saja nyeri ketika Anda berjalan pada permukaan yang kasar atau tidak rata; seolah-olah merasa tersangkut ketika berlutut. Rasa tidak nyaman, bunyi retak “krek’ , dan tempurung lutut menjadi lebih sensitif ketika Anda sentuh. Nyeri patellofemoral pain syndrome dan patellar tendinitis hampir sama. Namun, patellar tendinitis tidak menyebabkan nyeri pada kedua sisi atau secara langsung pada lutut, nyeri biasanya muncul dari di pada area sendi.


Setiap orang bisa menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Bahkan, ada pula yang merasakan gejala yang tidak tercantum pada penjelasan tersebut.

Semua orang bisa mengalami sindrom ini. Namun, beberapa orang mungkin berisiko lebih  tinggi mengalami nyeri pada lutut ini karena berbagai faktor:

  • Usia. Biasanya nyeri pada tempurung lutut lebih umum menyrang remaja atau orang dewasa muda. Pada kelompok usia lansia, kondisi nyeri pada lutut lebih sering disebabkan oleh radang sendi, seperti rematik atau osteoarthritis.

  • Jenis kelamin. Wanita diketahui lebih mungkin mengalami kondisi ini ketimbang pria, karena mereka memiliki panggung yang lebih lebar sehingga meningkatkan sudut pertemuan tulang di sendi lutut.

  • Olahraga. Berpartisipasi dalam kegiatan olahraga lari atau lompat secara berulang memberikan tekanan ekstra pada lutut.


Ada beberapa cara untuk mengobati rasa nyeri pada tempurung lutut seperti berikut.

  • Minum obat. Rasa nyeri bisa diredakan dengan obat pereda nyeri, seperti paracetamol, ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) atau naproxen sodium (Aleve). Namun, perlu Anda ketahui bahwa obat-obatan tersebut tidak boleh digunakan dalam jangka panjang. Itu artinya, Anda tidak perlu minum obat jika gejala nyeri tidak muncul.

  • Fisioterapi untuk membantu gerak tubuh Anda jadi lebih baik sehingga bisa beraktivitas kembali dengan baik, Anda perlu menjalani terapi.

  • Menjalani terapi fisik untuk memperkuat otot-otot yang menopang lutut Anda dan mengontrol kesejajaran anggota tubuh, seperti paha depan, paha belakang dan otot-otot di sekitar pinggul Anda.

  • Memakai penopang lutut yang mendukung yang dapat mengurangi rasa sakit.

  • Memilih olahraga yang ramah untuk lutut, seperti berenang, berlari dalam air, dan bersepeda.

  • Pembedahan


Jika perawatan tersebut tidak cukup efektif untuk mengobati nyeri pada tempurung lutut, dokter akan merekomendasikan operasi.

  • Artroskopi lutut. Selama prosedur ini, dokter memasukkan alat setipis pensil yang lengkap dengan lensa kamera dan cahaya (artroskop) ke lutut Anda melalui sayatan kecil. Instrumen bedah masuk melalui arthroscope untuk menghilangkan fragmen tulang rawan yang rusak.

  • Operasi rekonstrasi. Dalam kasus yang lebih parah, ahli bedah mungkin perlu mengoperasi lutut Anda untuk meluruskan kembali sudut tempurung lutut atau mengurangi tekanan pada tulang rawan.


Semoga artikel ini dapat membantu pemahaman Anda tentang sindrom nyeri Patellofemoral. Apabila anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan hubungi kami agar kami dapat membantu anda mengatasi keluhan yang dialami.


Author: Kartika K. Soegengwibowo


Kartika Kanastari Soegengwibowo adalah fisioterapis olahraga lulusan Universitas Indonesia jurusan Fisioterapi yang melanjutkan pendidikannya di universitas swasta di Jakarta dengan jurusan yang sama, namun fokus pada penanganan cedera olahraga. Sejak duduk di bangku SMP sudah menyukai kegiatan menulis terutama menulis essay. Hingga saat ini selain bekerja sebagai seorang fisioterapis olahraga, kegemarannya dalam menulis tetap tersalurkan dengan banyak membuat tulisan dan artikel-artikel kesehatan.


Sumber foto:

0 komentar

Comentários


bottom of page