top of page
  • Gambar penulisPhysio Medical Clinic

Salah Urat dan Nyeri Otot, Sama atau Beda?

Otot yang tertarik, atau otot yang tegang, terjadi ketika otot atau tendon terlalu meregang atau robek. Otot tertarik dapat terjadi kapanpun baik itu saat aktivtas olahraga ataupun saat aktivitas fisik biasa dan dapat mempengaruhi orang-orang dari segala usia dan dengan tingkat kebugaran apa pun. Strain atau salah urat adalah kondisi ketika seseorang mengalami cedera saat berolahraga atau melakukan aktivitas yang berat. Salah urat biasanya ditandai dengan rasa nyeri hingga pembengkakan di area yang terdampak. Tak sedikit orang yang mengira “salah urat” sebagai nyeri otot. Padahal, keduanya merupakan kondisi yang berbeda. Strain atau salah urat adalah cedera atau ketegangan pada tendon. Ketegangan tersebut biasanya terjadi karena penggunaan tendon yang berlebihan. Lokasi yang paling sering mengalami salah urat adalah otot hamstring dan punggung bawah. Tendon sendiri merupakan bagian dari otot yang memiliki tekstur lebih keras dan berfungsi sebagai perlekatan otot ke tulang. Tendon terletak di hampir setiap persendian, misalnya di pergelangan kaki (tendon achilles) yang berfungsi untuk menghubungkan otot betis dan tulang telapak kaki.


salah urat

Setiap orang berisiko mengalami cedera, baik itu pada otot maupun tendon. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini, di antaranya:


  • Menggunakan peralatan yang tidak tepat saat berolahraga.

  • Tidak melakukan pemanasan dan pendinginan saat berolahraga.

  • Pemanasan dapat membantu meregangkan otot dan mempermudah gerakan. Sedangkan, pendinginan bermanfaat membantu otot tidak kencang dan kaku setelah berolahraga.

  • Kelelahan. Saat sedang lelah, tubuh lebih rentan mengalami cedera, karenanya cobalah beristirahat sesekali untuk mengembalikan energi tubuh.

  • Faktor lingkungan, seperti permukaan yang licin.


Perlu diketahui bahwa perbedaan salah urat dan nyeri otot terletak pada penyebabnya. Umunya, penyebab salah urat adalah cedera atau kecelakaan dalam aktivitas sehari-hari, seperti keseleo atau terkilir. Keluhan yang kerap muncul adalah nyeri pada sendi yang berlangsung lama. Sementara itu, nyeri otot biasanya disebabkan oleh kesalahan posisi tidur atau peregangan otot secara berlebihan ketika berolahraga. Keluhan yang paling sering dirasakan adalah rasa kaku atau kram di area yang terdampak. Perbedaan nyeri otot dan salah urat juga bisa dilihat dari beberapa hal berikut ini:


  • Perhatikan sumber nyeri. Apabila nyeri terjadi karena adanya benturan saat olahraga, kemungkinan rasa nyeri berasal dari otot. Pasalnya, permukaan otot cukup luas sehingga lebih mudah terbentur. Sementara itu, jika disebabkan oleh keseleo, kemungkinan besar nyeri berasal dari bagian urat dalam ligamen yang mengalami cedera. Namun, tak menutup kemungkinan bahwa olahraga secara berlebihan juga bisa menyebabkan salah urat.

  • Perhatikan karakteristik rasa nyeri. Karakteristik nyeri akibat salah urat adalah sensasi tertusuk disertai bengkak dan kemerahan pada area nyeri, serta sulit digerakkan. Sementara, nyeri pada otot biasanya terasa kaku atau kram, bisa juga terasa berat ketika melakukan aktivitas tertentu tanpa disertai bengkak atau kemerahan.


Apabila mengalami gejala salah urat yang ringan, maka dokter biasanya menyarankan pasien melakukan perawatan mandiri di rumah atau dikenal sebagai metode PRICE, seperti:

  • Protection. Menggunakan Joint Protection sesuai dengan area cedera atau area yang mengalami muscle strain seperti arm sling, knee dekker, elbow protection atau wrist splint.

  • Rest. Sebisa mungkin hindari melakukan aktivitas berlebihan ketika sedang mengalami cedera agar gejala tidak semakin parah.

  • Ice. Mengompres bagian yang terasa nyeri dengan es batu yang terbungkus dengan kain atau lap bersih. Lakukan cara ini selama 20 menit dan ulangi hingga gejala mereda.

  • Compression. Cara ini dilakukan dengan membungkus sendi yang cedera menggunakan perban khusus, namun pastikan tidak terlalu kencang karena berisiko menghambat aliran darah.

  • Elevation. Posisikan sendi yang terkena cedera di permukaan yang lebih tinggi. Apabila cedera terjadi di pergelangan kaki, maka letakkan kaki lebih tinggi dengan menumpuk beberapa bantal sebagai penyangganya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi pembengkakan.


Semoga artikel ini dapat membantu pemahaman Anda tentang salah urat. Apabila anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan hubungi kami agar kami dapat membantu anda mengatasi keluhan yang dialami.


Author: Kartika K. Soegengwibowo


Kartika Kanastari Soegengwibowo adalah fisioterapis olahraga lulusan Universitas Indonesia jurusan Fisioterapi yang melanjutkan pendidikannya di universitas swasta di Jakarta dengan jurusan yang sama, namun fokus pada penanganan cedera olahraga. Sejak duduk di bangku SMP sudah menyukai kegiatan menulis terutama menulis essay. Hingga saat ini selain bekerja sebagai seorang fisioterapis olahraga, kegemarannya dalam menulis tetap tersalurkan dengan banyak membuat tulisan dan artikel-artikel kesehatan.


Sumber foto:

0 komentar

コメント


bottom of page