top of page
  • Gambar penulisPhysio Medical Clinic

Penyakit Tulang Pada Lansia Yang Sering Terjadi


penyakit tulang lansia

Seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang akan menurun sehingga dapat mengakibatkan tulang lebih rapuh dan rentan terhadap berbagai penyakit. Diketahui, ada beberapa penyakit tulang pada lansia yang umum terjadi dan dapat memengaruhi kualitas hidup. Tulang sangat dibutuhkan untuk menjalani berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk dalam menopang beban saat sedang berdiri, duduk, berjalan, dan lain sebagainya. Secara umum, degenerasi atau penurunan fungsi pada tulang dimulai secara perlahan dan sering kali tidak dirasakan. Seiring berjalannya waktu, degenerasi ini dapat semakin memburuk dan jika tidak segera ditangani, dapat memicu munculnya beberapa penyakit tulang pada lansia, seperti:


  • Osteoporosis

Osteoporosis adalah salah satu penyakit tulang yang paling umum terjadi pada lansia, ditandai dengan penurunan kepadatan tulang dan kehilangan jaringan tulang. Osteoporosis dapat meningkatkan risiko patah tulang, terutama pada tulang yang digunakan untuk menopang beban berat seperti pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan. Gangguan kesehatan pada lansia ini dapat dicegah dengan aktif berolahraga minimal 30 menit per hari serta mencukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D untuk mempertahankan kepadatan tulang


  • Osteoarthritis

Osteoarthritis adalah bentuk arthritis yang paling umum terjadi pada orang lanjut usia. Penyakit tulang pada lansia ini disebabkan oleh kerusakan tulang rawan yang terjadi alami seiring bertambahnya usia. Selain usia lanjut, terdapat beberapa faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan kemungkinan seseorang mengalami osteoarthritis, yang meliputi:

  • Obesitas

  • Pernah mengalami cedera atau operasi pada sendi

  • Wanita yang telah menopause

  • Sering mengangkat beban berat

  • Pengidap diabetes

  • Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang umum ditemukan pada lansia. Penyakit ini dapat menyebabkan peradangan pada sendi. Penyebab pasti dari rheumatoid arthritis masih belum diketahui, namun seseorang dengan faktor genetik tertentu lebih berisiko mengalami kondisi ini, bahkan sebelum menginjak usia lanjut. Penyakit tulang pada lansia yang juga dikenal dengan sebutan rematik ini dapat menyebabkan nyeri, kekakuan, dan pembengkakan pada sendi, sehingga kualitas hidup penderitanya pun menurun karena keterbatasan gerakan yang dialami.


  • Osteomalasia

Osteomalasia terjadi ketika tulang menjadi lunak dan rapuh sehingga lebih mudah mengalami retak atau patah. Adapun penyebab utama osteomalasia adalah kurangnya asupan vitamin D dan mineral penting lain, seperti kalsium dan fosfat. Risiko osteomalasia pada orang lanjut usia dapat meningkat karena kemampuan tubuh dalam proses sintesis vitamin D dari sinar matahari mulai mengalami penurunan. Kondisi ini umumnya dapat ditangani dengan berjemur, mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D dan kalsium, serta mengonsumsi tambahan suplemen sesuai dengan anjuran dokter.


  • Osteonekrosis

Osteonekrosis, atau kematian tulang, dapat terjadi ketika suplai darah ke tulang berkurang atau terhambat. Kondisi ini dapat diakibatkan oleh trauma pada tulang, patah tulang akibat osteoporosis, diabetes, kelainan darah, ataupun penggunaan obat-obatan yang mengandung steroid pada pasien dengan penyakit kronis Akibatnya, seiring berjalannya waktu, tulang pun akan melemah atau bahkan hancur.


  • Osteomyelitis

Osteomyelitis adalah infeksi tulang yang dapat disebabkan oleh bakteri atau jamur. Penyakit tulang pada lansia ini umum ditemukan karena peningkatan insiden beberapa jenis penyakit kronis, penyakit vaskular, atau pun penurunan kesehatan gigi. Kondisi-kondisi tersebut dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi yang kemudian dapat meningkatkan risiko infeksi pada tulang. Beberapa contoh kondisi yang dapat menyebabkan kondisi ini.adalah adanya riwayat operasi atau pengobatan imunosupresi, serta penyakit tertentu, seperti diabetes melitus, masalah gigi, dan penyakit arteri perifer. 


  • Gangguan Mikrokristal

Gangguan mikrokristal merupakan penyakit yang risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Adapun salah satu contoh yang sering ditemui pada lansia adalah penyakit gout atau penyakit asam urat. Penyakit ini merupakan jenis peradangan artritis yang umum terjadi pada populasi lanjut usia. Kondisi ini berasal dari penumpukan asam urat yang berlebihan dan membentuk kristal di dalam sendi, dan dapat menyebabkan gejala yang mengganggu kualitas hidup penderitanya seperti bengkak, rasa sakit, kekakuan, dan kemerahan pada sendi yang terdampak.


Semoga artikel ini dapat membantu pemahaman Anda tentang berbagai penyakit tulang pada lansia. Apabila anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan hubungi kami agar kami dapat membantu anda mengatasi keluhan yang dialami.


Author: Kartika K. Soegengwibowo


Kartika Kanastari Soegengwibowo adalah fisioterapis olahraga lulusan Universitas Indonesia jurusan Fisioterapi yang melanjutkan pendidikannya di universitas swasta di Jakarta dengan jurusan yang sama, namun fokus pada penanganan cedera olahraga. Sejak duduk di bangku SMP sudah menyukai kegiatan menulis terutama menulis essay. Hingga saat ini selain bekerja sebagai seorang fisioterapis olahraga, kegemarannya dalam menulis tetap tersalurkan dengan banyak membuat tulisan dan artikel-artikel kesehatan.


Sumber foto:

0 komentar

Comments


bottom of page